Pemko Solok Apresiasi Kiprah Kader KB selaku Penggerak Terdepan Program Bangga Kencana

Solok, Dalam rangka memberdayakan dan meningkatkan motivasi seluruh Kader Keluarga Berencana (KB), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Solok melaksanakan kegiatan monev dan review kinerja Kader KB selama tahun 2022.

Acara ini digelar di gedung SKB Kota Solok, Sabtu (24/12). Diikuti oleh 310 orang lini penggerak lapangan dalam pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting di Kota Solok yang terdiri dari 13 orang Kader PPKBD, 144 orang Kader Sub PPKBD, 44 orang Kader BKB, 22 orang Kader BKR, 30 orang Kader BKL, serta 57 orang unsur masyarakat terkait.

Turut hadir, Wakil Walikota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, Ketua TP-PKK, GOW, DWP, Camat, Lurah, serta Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Solok.

Dalam sambutannya di hadapan para kader, Wakil Walikota mengucapkan terimakasih kepada para kader yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan sangat berharap agar semua pihak ke depannya dapat lebih bersemangat untuk ikut aktif mengambil bagian berperan serta dalam melaksanakan Program Bangga Kencana dan mewujudkan keluarga berkualitas di Kota Solok.

“Pondasi keluarga berkualitas yang kita raih saat ini bukan semata-mata kerja pemerintah saja, tetapi juga merupakan kerja keras dan peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga organisasi kemasyarakatan dan juga para kader,” ungkap Wawako.

Ramadhani mengakui, Program Bangga Kencana bukan program jangka pendek yang instan dalam kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, dampaknya memang baru akan terasa beberapa tahun ke depan.

“Program ini bukan program yang mengada-ngada, bukan program tanpa tujuan, program ini adalah untuk kepentingan kita semua warga Kota Solok,” kata Wawako.

Pada kesempatan kali ini, Kepala DPPKB Kota Solok, Ardinal, MKM, bertindak langsung sebagai narasumber yang juga mendampingi sesi diskusi dan tanya jawab terkait berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Kader KB di lapangan.

Ardinal mengatakan, menurut UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, setiap penduduk mempunyai kesempatan untuk berperan serta dalam pengelolaan kependudukan dan pembangunan keluarga yang dapat dilakukan baik oleh individu, lembaga swadaya, ataupun organisasi masyarakat.

Lebih lanjut, salah satu bentuk peran serta masyarakat terhadap program Bangga Kencana dapat terlihat dari terbentuknya Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan (IMP).

IMP sendiri adalah organisasi kelompok maupun perorangan yang mempunyai pengaruh dalam masyarakat di pedesaan/perkotaan serta mempunyai tujuan yang hendak dicapai.

Dalam hal ini, tujuan dibentuknya IMP adalah agar mampu menjadi pengelola dan pelaksana Program Bangga Kencana yang dinamis dan mandiri sehingga mampu melaksanakan berbagai kegiatan terkait pengendalian kuantitas penduduk, keluarga berencana, ketahanan dan kesejahteraan keluarga serta percepatan penurunan stunting di masyarakat.

Bentuk IMP sendiri dapat terdiri dari Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa/Kelurahan (PPKBD), Kader Sub PPKBD (untuk tingkat RW/Dusun dan RT), Kader Bina Ketahanan Balita (BKB), Kader Bina Ketahanan Remaja (BKR), Kader Bina Ketahanan Lansia (BKL) serta unsur dalam masyarakat terkait.

Oleh karena itu, dengan adanya dukungan serta peran aktif kader inilah yang diharapkan mampu membuat Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting mampu dikenal luas oleh seluruh kalangan masyarakat.

Acara ini kemudian juga diikuti oleh sesi penyerahan piagam penghargaan bagi tenaga lini lapangan terbaik, penyerahan BKB Kit stunting dan Kit Siap Nikah, pembagian honor kader serta pemberian bantuan alat berupa dua unit komputer kepada Balai Penyuluh KB di masing-masing Kecamatan.

https://infopublik.solokkota.go.id/pemko-solok-apresiasi-kiprah-kader-kb-selaku-penggerak-terdepan-program-bangga-kencana/