Serahkan Bantuan Gizi Anak, BKKBN Sumbar Gerebek Dua Keluarga Stunting di Kota Solok
Solok, Dalam rangka memperingati rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke-XXIX tahun 2022, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat turun serta melaksanakan program nasional Gerakan Berbagi (Gerebek) Stunting kepada dua keluarga yang beresiko stunting di Kelurahan Simpang Rumbio dan Kelurahan Nan Balimo, Kota Solok, Rabu (29/6).
Program kunjungan ke rumah keluarga stunting di desa atau kelurahan ini tidak lain untuk mencegah dan mengatasi masalah stunting di Tanah Air. Rangkaian acara kegiatan Gerebek Stunting ini terdiri dua sesi kegiatan yaitu kegiatan pengukuhan Bapak Asuh anak Stunting secara virtual dan juga pemberian bantuan gizi anak kepada keluarga yang dikunjungi.
Dalam kunjungannya, BKKBN Provinsi Sumatera Barat berkoordinasi dengan beberapa pihak dan stakeholder terkait di antaranya Wali Kota Solok yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dinas Kesehatan, serta Kodim 0309/Solok.
BKKBN Sumbar akan semakin gencar dengan program Gerebek Stunting. Berdasarkan hasil pendataan keluarga tahun 2021, dimana terdata sebanyak 724 anak di bawah dua tahun di Sumatera Barat yang terindikasi stunting setelah memenuhi tiga kriteria, yaitu keluarga yang memiliki anak Baduta (bawah dua tahun), keluarga yang tidak mampu memberikan makanan cukup dan beragam bagi pertumbuhan anaknya, serta keluarga yang tidak berpenghasilan.
Dalam kegiatan ini, keluarga yang terpilih adalah keluarga yang mempunyai dua orang anak Baduta dengan Kepala Keluarga yang bekerja serabutan dan mempunyai penghasilan yang tidak mencukupi, tinggal di dalam satu petak rumah dengan gabungan tiga keluarga di dalamnya, belum mampu memenuhi gizi dan makanan yang cukup untuk pertumbuhan anak, serta tidak memiliki dapur dan kamar mandi mandiri yang bersih dan layak untuk digunakan.

Sebagai bentuk dukungan dalam menangani masalah stunting ini, BKKBN dari pusat hingga provinsi berusaha untuk memberikan bantuan berupa pemberian tambahan gizi kepada keluarga yang berisiko stunting dan juga menyokong program pengukuhan bapak asuh bagi anak stunting.
Kepala perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Fatmawati, ST, M.Eng mengatakan bahwa program Bapak Asuh Anak Stunting merupakan aksi gotong royong dalam menekan angka stunting dimana bapak asuh diharapkan akan memberikan bantuan edukasi, memberikan bantuan asupan gizi kepada anak sekaligus dukungan peningkatan pemberdayaan ekonomi keluarga tersebut.
“Orangtua asuhnya nanti akan membantu asupan gizi anak selama 6 bulan dengan perkiraan biaya Rp500 ribu sebulan dan akan menyalurkan bantuannya pada Baznas, lalu Baznas yang akan memberikan bantuan peningkatan gizi tersebut pada keluarga yang memiliki anak terindikasi stunting,” tutur Fatmawati.

Fatmawati menambahkan, BKKBN Sumatera Barat akan mengundang seluruh stakeholder untuk ikut berpartisipasi secara bersama-sama menekan kasus stunting dan bersedia menjadi Bapak Asuh Anak Stunting ke depannya.
“Pada 4 Juli mendatang kita akan melaksanakan deklarasi Bapak Asuh Anak Stunting di Padang, dimana akan diundang seluruh stakeholder seperti bupati, walikota, pihak swasta, maupun perantau minang yang memiliki kelebihan rezeki untuk dapat berpartisipasi dalam mengatasi permasalahan stunting ini,” tutup Fatmawati.
Pada kegiatan ini, BKKBN pusat mengukuhkan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting. Pengukuhan ini diikuti oleh Dandim 0309/Solok Letkol Arm Hendrik Setiawan secara virtual dari kediaman keluarga sasaran di Kelurahan Simpang Rumbio.
0 Comments